KEBUMEN, Times7.id, – Remaja Islam Masjid (RISMA) Nurul Falaah Desa Kedungpuji, Kecamatan Gombong, menggelar Seminar dan Malam Bina Iman dan Takwa (Mabit) pada Ahad-Senin, 23-24 Maret 2025.
Kegiatan ini menjadi momentum bagi generasi muda untuk memperkuat akidah, membangun karakter Islami, dan meneguhkan semangat hijrah.
Dengan mengusung tema “Remaja, Akan Kau Habiskan untuk Apa Masa Mudamu?”, seminar ini menghadirkan Ustadzah Muchyani, S.Pd., yang menekankan pentingnya memanfaatkan masa muda dengan amal shalih dan ketaatan kepada Allah.
Sementara itu, Ustadz Muslim Fikri, M.Si., dalam materinya bertajuk “Saatnya Naik Kelas Tak Sekadar Menjadi Manusia Baik Saja”, mengajak peserta untuk melangkah lebih jauh dalam kebaikan dengan menjadi agen perubahan yang aktif.
Kegiatan diawali dengan kajian remaja, dilanjutkan dengan shalat berjamaah, buka puasa bersama, seminar inspiratif, serta berbagai aktivitas keislaman lainnya. Puncak acara Mabit diisi dengan shalat tahajud, sahur bersama, dzikir, kuliah subuh, serta refleksi pagi melalui jalan-jalan santai.
Setelah sesi seminar, peserta beristirahat sejenak sebelum melanjutkan rangkaian ibadah malam. Qiyamulail menjadi pembuka, disusul dengan sahur bersama, shalat Subuh berjamaah, dan kuliah Subuh yang menguatkan spiritualitas mereka.
Dalam kuliah Subuh, Ustadz Kusnun, S.Pd., mengapresiasi antusiasme peserta dalam mengikuti rangkaian kegiatan. Pihaknya menekankan pentingnya menjaga semangat ibadah dan menjadikan dzikir sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
“Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibadatik,” ajaknya, mengingatkan peserta untuk selalu mengingat Allah, mensyukuri nikmat-Nya, dan memperbaiki kualitas ibadah.
Pesan tersebut menjadi penguat bagi para peserta untuk terus berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman dalam keseharian mereka.
Suasana hening penuh kekhusyukan menyelimuti peserta saat doa itu dipanjatkan, menjadi penguat hati untuk terus istiqamah dalam kebaikan.
Acara kemudian dilanjutkan dengan olahraga fisik berupa jalan-jalan menelusuri Kampung Kedungpuji dan diakhiri dengan kegiatan bersih-bersih masjid.
Dewan Pertimbangan Organisasi (DPO) sekaligus Takmir Masjid Nurul Falaah Kedungpuji, Budiyono, S.Pd., mengapresiasi antusiasme peserta dan berharap kegiatan ini terus berlanjut.
“Semoga ini menjadi ladang kebaikan yang terus tumbuh dan menginspirasi lebih banyak pemuda untuk dekat dengan Allah,” ujarnya.
Dalam tausiyahnya, Ustadzah Muchyani, S.Pd., menekankan bahwa hijrah menuju kebaikan adalah sebuah proses yang membutuhkan perjuangan dan kesabaran. Perubahan tidak terjadi secara instan, tetapi memerlukan tekad kuat serta komitmen untuk terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik.
Senada dengannya, Ustadz Muslim Fikri, M.Si., menegaskan bahwa setiap orang pasti menghadapi masalah dan ujian dalam hidup. Untuk menyelesaikannya, diperlukan kerja sama, kolaborasi, dan sinergi dengan orang lain. Ia pun menambahkan,
“Menolong orang lain itu mulia, tapi melembagakan kebaikan dalam organisasi adalah pekerjaan sesungguhnya. Jika ingin senang seumur hidup, maka bantulah orang lain.” imbuhnya yang juga Ketua SiBulan Indonesia.
Ketua panitia, Muhammad Iqbal, turut menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara ini.
“Kami berharap semakin banyak pemuda yang bergabung dalam kegiatan semacam ini, sehingga manfaatnya semakin luas bagi masyarakat,” katanya.
Dengan 43 peserta remaja yang hadir, didampingi oleh Dewan Pertimbangan Organisasi (DPO) dan Takmir Masjid Nurul Falaah Kedungpuji, kegiatan ini berlangsung penuh semangat dan keberkahan.
RISMA Nurul Falaah berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program yang menanamkan nilai-nilai Islam di tengah tantangan zaman. (*)