Keberhasilan tambak modern terbesar di Indonesia ini diharapkan menjadi pendorong peningkatan produktivitas budidaya udang nasional.

KEBUMEN, Times7.id,- Budidaya udang berbasis kawasan (BUBK) di Desa Tegalretno, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, sudah memasuki masa panen parsial. Keberhasilan ini diharapkan menjadi lokomotif tumbuhnya kegiatan budidaya udang yang ramah lingkungan di Indonesia.

Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Dr.TB. Haeru Rahayu saat melakukan panen parsial udang Vaname di BUBK mengaku senang dan mengapresiasi kerja para petambak yang diakui telah sukses membudidaya udang, Jumat (1/5/2026).

Keberhasilan tambak modern terbesar di Indonesia ini diharapkan menjadi pendorong peningkatan produktivitas budidaya udang nasional.

“Alhamdulillah, hari ini bisa kita lihat bersama BUBK masih beroperasi. Terbukti dengan panen parsial sebanyak 9 kolam dengan hasil 4,2 ton. Kegiatan panen udang hari ini saya kira menjadi momentum penting untuk mendukung kebangkitan sektor perikanan Indonesia, khususnya budi daya udang,” kata Dirjen Perikanan Budi Daya KKP Haeru Rahayu, Jumat (1/5/2026).

Menurutnya, modelling Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) ini menjadi sebuah terobosan pengelolaan tambak udang modern ramah lingkungan dan berkelanjutan.

“Hari ini parsial 9 kolam dengan target 4,2 ton, size 35-40. Panen parsial pertama 12 ton, kedua 15 ton dan ketiga hari ini 19 ton. Jadi total 46 ton,” ungkap Haeru usai melakukan panen parsial ketiga di BUBK Kebumen.
 
Hasil panen parsial kali ini ditaksir mencapai 46 ton yang berasal dari 32 petak tambak. Sedangkan panen raya akan dilakukan pada akhir Mei 2026 dengan target produksi 75 ton.
 
Dirjen Perikanan Budi Daya KKP Haeru Rahayu menerangkan, udang yang dipanen seluruhnya merupakan udang kualitas ekspor. Haeru bahkan sempat bertemu dengan pembeli yang datang langsung ke kawasan tambak.

BUBK di Kabupaten Kebumen ini juga terus memberikan hasil produksi yang semakin meningkat yang berkontribusi dalam peningkatan pendapatan asli daerah yang tentunya meningkatkan kesejahteraan ekonomi melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pemanfaatan sumber daya alam lokal.

“Pesan pentingnya adalah, udang ini salah satu komoditi strategis yang harus bisa jadi andalan Indonesia ke depannya,” tutup Haeru.

Masih menurut Haeru, pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) saat ini sedang melaksanakan proses pembangunan lokasi budidaya udang terpadu dengan lahan seluas 2000 hektar di Waingapu, Sumba Timur, NTT dengan menelan anggaran hampir 7 trilliun.(*)

By times7

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *