KEBUMEN, Times7.id,- – Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Lula Kamal, melakukan kunjungan kerja ke RSUD Dr. Soedirman Kebumen dan Puskesmas Pejagoan sebagai bagian dari upaya monitoring dan evaluasi implementasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), khususnya dalam memperkuat layanan promotif dan preventif. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memastikan pelayanan kesehatan tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pada promosi Kesehatan dan pencegahan penyakit serta peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, Lula Kamal meninjau secara langsung pelaksanaan berbagai program promotif preventif yang telah berjalan di fasilitas kesehatan. la juga berdialog dengan jajaran manajemen rumah sakit, puskesmas, tenaga kesehatan, serta BPJS Kesehatan Cabang Kebumen mengenai berbagai tantangan dan peluang dalam mengoptimalkan layanan kesehatan primer.

Lula Kamal menyampaikan bahwa transformasi sistem kesehatan nasional menempatkan upaya promotif dan preventif sebagai fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan Program JKN.

“Program JKN tidak hanya hadir ketika masyarakat sakit. Yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat tetap sehat melalui berbagai upaya promotif dan preventif. Oleh karena itu, penguatan layanan primer dan koordinasi pelayanan antara FKTP dan FKRTL menjadi kunci agar penyakit dapat dicegah sejak dini dan kebutuhan pelayanan rujukan dapat ditekan,” ujar Lula (04/07).

la menjelaskan, saat ini berbagai program promotif dan preventif telah diimplementasikan dalam Program JKN. Di antaranya melalui Skrining Riwayat Kesehatan (SRK) sebagai upaya deteksi dini faktor risiko penyakit, Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) bagi peserta dengan Diabetes Melitus dan Hipertensi, Program Rujuk Balik (PRB) untuk menjamin kesinambungan pelayanan peserta penyakit kronis yang telah stabil, serta transformasi pelayanan primer melalui penguatan fungsi gatekeeper di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

Menurutnya, berbagai program tersebut perlu terus diperkuat agar mampu memberikan manfaat yang lebih optimal bagi peserta JKN.

Meski demikian, Lula mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam implementasi program promotif preventif. Salah satunya adalah realisasi anggaran promotif dan preventif yang masih belum optimal dibandingkan alokasi yang tersedia. Selain itu, pelayanan kuratif masih mendominasi pembiayaan Program JKN sehingga upaya pencegahan perlu terus ditingkatkan.

“Tantangan lainnya adalah masih tingginya angka rujukan ke fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan untuk beberapa kondisi yang sebenarnya dapat ditangani di FKTP. Di sisi lain, efektivitas Prolanis dan Program Rujuk Balik dalam mengendalikan penyakit kronis juga masih perlu terus diperkuat,” jelasnya.

la juga menyoroti pentingnya integrasi data dan aplikasi pelayanan kesehatan agar tidak terjadi duplikasi pencatatan, sekaligus memastikan hasil skrining kesehatan benar-benar dimanfaatkan sebagai dasar tindak lanjut pelayanan bagi peserta yang memiliki faktor risiko penyakit.

Sementara itu, Plt Direktur RSUD Dr. Soedirman Kebumen, Wahyu Adiwinanto, menyampaikan komitmennya dalam mendukung penguatan layanan promotif preventif melalui kolaborasi dengan BPJS Kesehatan dan fasilitas kesehatan tingkat pertama. Menurutnya, sinergi antar fasilitas kesehatan menjadi faktor penting dalam menjaga kesinambungan pelayanan bagi peserta JKN.

Di Puskesmas Pejagoan, rombongan Dewan Pengawas juga melihat secara langsung pelaksanaan layanan kesehatan primer, termasuk pelaksanaan Skrining Riwayat Kesehatan, pelayanan Prolanis, serta edukasi kesehatan kepada masyarakat. Puskesmas sebagai gatekeeper dinilai memiliki peran strategis dalam mendeteksi faktor risiko penyakit sejak dini sehingga peserta memperoleh penanganan yang tepat sebelum kondisi kesehatannya memburuk.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kebumen, Dina Diana Permata, menambahkan bahwa penguatan upaya promotif dan preventif akan terus dilakukan melalui koordinasi yang lebih intensif bersama fasilitas kesehatan tingkat pertama, fasilitas kesehatan rujukan, dan Dinas Kesehatan.

“Ke depan, BPJS Kesehatan akan terus mendorong optimalisasi fungsi gatekeeper FKTP melalui penguatan Prolanis, Program Rujuk Balik, serta sistem rujukan berjenjang. Kami juga akan memperkuat forum komunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar berbagai kendala implementasi dapat diselesaikan secara bersama-sama,” ujarnya.

Selain itu, BPJS Kesehatan juga berupaya mengoptimalkan integrasi sistem informasi kesehatan untuk mendukung interoperabilitas data, mengurangi duplikasi pencatatan, serta memastikan hasil skrining kesehatan dimanfaatkan sebagai dasar pengelolaan peserta berisiko.

Tidak kalah penting, edukasi kepada peserta JKN juga akan terus ditingkatkan agar masyarakat semakin memahami pentingnya memanfaatkan layanan kesehatan primer, mengikuti program promotif preventif, serta menggunakan mekanisme rujukan secara tepat sesuai ketentuan Program JKN.

Melalui kunjungan ini diharapkan sinergi antara BPJS Kesehatan, pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dan seluruh pemangku kepentingan semakin kuat dalam mewujudkan layanan kesehatan yang lebih komprehensif, berkualitas, dan berkelanjutan sehingga Program JKN mampu memberikan manfaat yang optimal bagi seluruh masyarakat.

By times7

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *