KEBUMEN, Times7.id,- Bulan suci Ramadan selalu menghadirkan tradisi khas, salah satunya munculnya pasar sore Ramadan (pasora) di Desa Kedungpuji, Kecamatan Gombong, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Tahun ini, pasora memasuki edisi ke-15 sejak pertama kali digelar pada 2010.
Sejak hari pertama Ramadan 2025, pasora sudah dipadati masyarakat yang berburu takjil untuk berbuka puasa. Ketua Panitia Pasora Kebumen Bambang Purwanto mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari pemberdayaan ekonomi jamaah Masjid Nurul Falaah.
“Pasora ini sudah berjalan sejak 2010 dan tahun ini merupakan edisi ke-15. Ini menjadi salah satu cara takmir masjid dalam mendorong perekonomian jamaah,” ujar Bambang, beberapa waktu lalu.
Pasora tahun ini menghadirkan lebih dari 80 stand kuliner yang berjajar sepanjang 1 kilometer menuju Masjid Nurul Falaah. Meski mayoritas pedagang berasal dari Desa Kedungpuji, panitia juga membuka kesempatan bagi pedagang dari desa tetangga untuk ikut berjualan.
“Kami prioritaskan pedagang lokal, tetapi pedagang dari desa lain juga boleh ikut. Harapannya, kegiatan ini bisa menumbuhkan ekonomi masyarakat dan UMKM di Kebumen,” tambah Bambang.
Pasora Kedungpuji Kebumen selalu menjadi daya tarik bagi masyarakat, tidak hanya dari desa setempat, tetapi juga dari Kecamatan Karanganyar, Gombong, dan sekitarnya.
Salah satu pengunjung, Yoga dan Eka, yang baru saja mudik dari Bandung, mengaku takjub dengan suasana pasora yang ramai dan pilihan takjil yang lengkap.
“Makanannya banyak, murah, dan lokasinya nyaman. Tidak kalah Tidak kalah sama pasar Ramadan di kota besar,” ujar Yoga.
Bagi para pedagang, pasora menjadi momen yang membawa berkah. Sutirah (50), seorang pedagang pecel dan lauk pauk, mengatakan, dia rutin berjualan di pasora sejak 8 tahun lalu.
“Alhamdulillah, jualan pecel, sayur, gorengan, dan lauk pauk hari ini laris semua. Mulai jualan pukul 15.00 WIB, habis sebelum magrib,” ujarnya.
“Dalam sehari, Sutirah bisa meraup keuntungan antara Rp 300.000 hingga Rp 500.000. “Bulan Ramadan selalu membawa berkah. Saya akan terus berjualan hingga H-1 Lebaran,” tambahnya.
Pasora di Desa Kedungpuji bukan sekadar pasar dadakan, tetapi juga menjadi bagian dari tradisi dan ekonomi masyarakat. Dengan suasana yang meriah, pilihan takjil yang beragam, serta harga yang ramah di kantong, pasora tetap menjadi destinasi favorit pencari takjil di Kebumen.
Bagi Anda yang sedang berada di Kebumen, jangan lewatkan kesempatan untuk menikmati jajanan khas Ramadan di pasora Kedungpuji.(*)