KEBUMEN, Times7.Id – Kenti Agistin dan timnya berhasil meraih Juara I dalam Lomba Jurnalistik Video Berita yang diselenggarakan oleh Ekstrakurikuler Jurnalistik SMK Negeri 1 Karanganyar, Kebumen. Lomba ini digelar baru-baru ini sebagai bagian dari upaya menggali potensi jurnalistik para siswa.
Mengangkat tema “Inspirasi Ramadan: Kisah-Kisah yang Menguatkan Iman dari Mushola dan Masjid Desa”, karya mereka menyoroti semangat gotong royong warga desa dalam menyambut bulan suci Ramadan 1446 Hijriah. Video ini menjadi cerminan nilai kebersamaan sekaligus penguatan iman yang tumbuh dari kegiatan sosial di lingkungan masjid.
Pengumuman pemenang dan pembagian hadiah dilaksanakan di Ruang 6 SMK Negeri 1 Karanganyar pada Rabu, 30 April 2025. Acara ini dihadiri oleh peserta, panitia, pembina, dan Waka Kesiswaan Yuni Anjrah MK., S.E., M.Pd., yang memberikan apresiasi atas karya-karya para jurnalis muda.
“Semua peserta sudah menunjukkan kualitas yang luar biasa, dan yang juara adalah yang terbaik,” ujar Yuni, memberikan semangat kepada peserta lomba.
Tak hanya itu, Yuni juga menekankan pentingnya menjaga profesionalisme dan etika dalam jurnalistik. “Teruslah berlatih dan belajar. Semoga apa yang kalian capai hari ini menjadi langkah awal menuju masa depan yang gemilang,” harapnya.
Pihaknya juga berharap dukungan dan doa dari semua peserta, karena salah satu dewan jurnalis akan mewakili sekolah di Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tahun 2025 ini. “Ini kesempatan untuk membawa nama baik sekolah di tingkat nasional,” tambahnya.
Lomba Liputan TV yang diselenggarakan selama bulan suci Ramadan, tepatnya pada 3 hingga 24 Maret 2025, diikuti oleh 25 peserta yang terbagi dalam lima kelompok. Setiap tim ditantang untuk memproduksi video berita berdurasi dua hingga tiga menit dengan standar teknis yang ketat, termasuk resolusi HD, penyematan logo resmi, serta credit scene yang mencantumkan seluruh nama anggota tim.
Meski menghadapi sejumlah tantangan, seperti cuaca tak menentu dan keterbatasan alat, para peserta tetap menunjukkan semangat tinggi. Bahkan, beberapa kelompok rela melakukan liputan ulang demi menghasilkan tayangan terbaik. Semangat Ramadan pun menjadi penyemangat utama dalam menyelesaikan proyek ini.
Ketua panitia, Kamilia, menyampaikan bahwa lomba ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas jurnalistik dan memberikan ruang bagi anggota Jurnalis Gasmeka dalam menunjukkan bakat serta kemampuan mereka. “Harapannya, lomba ini dapat mendorong kreativitas dan inovasi anggota dalam penyajian berita dan liputan TV, sehingga dapat memberikan kontribusi positif bagi dunia jurnalistik,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Kamilia menjelaskan bahwa seluruh karya peserta diunggah melalui Google Drive panitia dengan syarat utama berupa orisinalitas serta bebas dari unsur SARA. Penilaian dilakukan berdasarkan kesesuaian tema, kekuatan narasi, kualitas visual, voice over, pengambilan angle, pencahayaan, dan kreativitas penyajian.
“Kami ingin menjaga standar kualitas karya sekaligus mendorong peserta untuk terus berinovasi dalam menyampaikan berita secara kreatif dan bertanggung jawab,” jelasnya.
Kelompok 1 yang beranggotakan Kenti Agistin, Afrisa Nur Hasanah, Cahya Oktaviani, Erma Lovita Sari, dan Ferlani Aulia berhasil memukau juri lewat tayangan yang merekam kegiatan gotong royong warga dalam mempersiapkan masjid menyambut Ramadan, mulai dari mengecat ulang, membersihkan halaman, hingga melaksanakan salat tarawih berjamaah.
Kekuatan cerita semakin hidup dengan hadirnya wawancara bersama Lusianto, salah satu pengurus masjid yang aktif dalam kegiatan bersih-bersih. “Kami ingin Ramadan dimulai dengan masjid yang bersih dan nyaman. Semangat gotong royong ini yang membuat masyarakat makin dekat dan iman makin kuat,” ujarnya.
Wawancara ini menjadi poin penting dalam penilaian karena menunjukkan kemampuan peserta dalam menggali informasi langsung dari narasumber, serta memperkuat narasi secara emosional dan faktual.
Pujian juga datang dari Pembina Ekstrakurikuler Jurnalistik, Sefudin, S.Kom., M.Pd., yang mengapresiasi perjuangan dan dedikasi anak didiknya. “Melalui jurnalistik, mereka tidak hanya belajar menyuarakan kebaikan, tetapi juga menyampaikan pesan-pesan positif yang memiliki nilai. Ini adalah investasi yang sangat berharga untuk masa depan mereka,” ujarnya.
Sebagai bentuk penghargaan, Juara I menerima piala, piagam, dan uang pembinaan sebesar Rp300.000. Sementara Juara II mendapatkan Rp200.000 dan Juara III Rp100.000, masing-masing disertai piala dan piagam. Tak hanya itu, seluruh peserta juga memperoleh piagam serta hadiah hiburan sebagai bentuk penghormatan atas partisipasi mereka.
Kenti Agistin, mewakili kelompoknya, menyampaikan rasa syukurnya atas kemenangan ini. “Kami belajar banyak, terutama bagaimana bekerja dalam tim dan menggali cerita di balik kegiatan Ramadan. Kami bersyukur warga masjid sangat terbuka dan mendukung selama proses pengambilan gambar,” ucapnya.
Suasana ruangan berubah menjadi panggung apresiasi saat video karya-karya terbaik diputar. Sorot mata peserta tertuju pada layar lebar, diselingi tawa, haru, dan tepuk tangan yang mengiringi tayangan inspiratif.
Lebih dari sekadar ajang lomba, kegiatan ini menjadi ruang belajar yang bermakna. Para peserta mendapat masukan langsung dari pembina dan juri, yang memperkaya wawasan mereka dalam bidang jurnalistik. Momen pengumuman pemenang pun disambut dengan kebanggaan dan rasa haru.
Penutupan lomba ini menjadi awal dari harapan baru akan lahirnya jurnalis-jurnalis muda yang tak hanya piawai menulis dan meliput, tetapi juga mampu menangkap nilai-nilai kehidupan masyarakat secara tajam dan menyentuh. Acara ditutup dengan sesi foto dan doa bersama, menandai akhir kegiatan yang sarat makna.(SFD)