Jaminan kesehatan merupakan salah satu kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda. Ketika penyakit datang menyerang, kepastian akan biaya pengobatan menjadi faktor krusial yang menentukan kecepatan penanganan medis.

KEBUMEN, Times7.id,- Jaminan kesehatan merupakan salah satu kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda. Ketika penyakit datang menyerang, kepastian akan biaya pengobatan menjadi faktor krusial yang menentukan kecepatan penanganan medis. Manfaat luar biasa inilah yang dirasakan langsung oleh Wiwi Nuryani (26), seorang wanita asal Desa Jogomertan Rt 03/04, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen.

Sebagai Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Petanahan, Wiwi memiliki mobilitas dan tanggung jawab yang besar dalam memastikan program pemenuhan gizi masyarakat berjalan optimal. Di tengah kesibukannya yang padat, tantangan kesehatan sempat menghampirinya. Wiwi sempat mengalami demam tinggi dengan diagnose tifus, hingga mengharuskannya menjalani rawat inap di rumah sakit. Tidak tanggung-tanggung, dirinya tercatat sudah dua kali menjalani rawat inap karena penyakit yang sama. Beruntung, seluruh proses pengobatannya dijamin penuh oleh Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Pelayanan yang saya terima sangat ramah, baik, dan memuaskan. Sama sekali tidak ada. perbedaan perlakuan. Dengan adanya JKN, ketika sakit tidak ada lagi penundaan dalam berobat hanya karena khawatir tidak bisa bayar,” ungkap Wiwi penuh syukur.

Pengalaman berharga dengan JKN tidak hanya dialami oleh Wiwi pribadi. Satu tahun yang lalu, sang suami juga sempat jatuh sakit akibat demam berdarah (DB) dan harus menjalani rawat inap beberapa hari di rumah sakit. Momentum tersebut bertepatan

dengan masa transisi saat suaminya sedang pindah kerja, sebuah periode yang biasanya rentan secara finansial.

Namun, berkat kartu JKN yang aktif, sang suami bisa mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit tanpa membebani kas keluarga. Pengalaman bertubi-tubi inilah yang membuat Wiwi sadar betapa vitalnya memiliki jaminan kesehatan yang dapat diandalkan saat kondisi darurat melanda keluarga.

Sebagai generasi muda yang adaptif, Wiwi juga menjadi pengguna aktif aplikasi Mobile JKN. la mengaku telah merasakan begitu banyak manfaat dan kemudahan berkat fitur-fitur yang disediakan oleh BPJS Kesehatan dalam aplikasi digital tersebut.

Beberapa fitur Mobile JKN yang paling sering dirasakan manfaatnya oleh Wiwi antara lain pendaftaran online di fasilitas kesehatan, perubahan fasilitas kesehatan, pengecekan iuran dll.

“Kini akses layanan JKN dirasakan semakin mudah dan praktis. Semua bisa diurus lewat handphone saja,” tambahnya.

Berangkat dari kepuasan dan rasa aman yang ia rasakan sendiri, Wiwi merasa memiliki tanggung jawab moral untuk menyebarkan kebaikan ini ke lingkungan sekitarnya. Sebagai Ketua SPPG Petanahan, Wiwi memiliki komitmen kuat untuk berkoordinasi dengan pihak yayasan yang menaungi lembaganya. la berharap agar seluruh relawan SPPG yang berdedikasi dalam program pemenuhan gizi dapat segera didaftarkan menjadi peserta JKN.

Menurutnya, memastikan kesehatan para relawan terjamin adalah langkah awal untuk menciptakan lingkungan kerja yang produktif, aman, dan tenang. “Program JKN ini sangat penting untuk menjamin kesehatan kita dan keluarga,” tegasnya.

Menutup perbincangan, Wiwi menyampaikan harapannya agar Program JKN terus mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelayanannya di masa mendatang. Dengan pelayanan yang semakin prima, ia optimis kepercayaan masyarakat terhadap program strategis pemerintah ini akan terus tumbuh dan semakin kuat.(*)

By times7

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *