PURWOREJO, Times7.id,-Rasa syukur terpancar dari wajah Nunuk Purwaningsih saat mendampingi sang suami, Wakidi, menjalani pelayanan kesehatan di RS Budi Sehat Purworejo. Selama bertahun-tahun, Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah menjadi bagian penting dalam perjalanan pengobatan Wakidi, sekaligus memberikan keringanan bagi keluarganya dalam menghadapi biaya pelayanan kesehatan.

Saat ditemui dalam kegiatan customer visit peserta oleh petugas BPJS Satu (BPJS Siap Membantu) di RS Budi Sehat Purworejo, Nunuk mengungkapkan rasa puasnya terhadap pelayanan yang diterima selama mendampingi suaminya menjalani pemeriksaan dan perawatan. Menurutnya, sejak proses administrasi hingga mendapatkan kamar dan pelayanan dari tenaga kesehatan, seluruh proses berjalan dengan baik.

“Pelayanannya memuaskan. Dari administrasi, mendapatkan kamar, sampai pelayanan petugas, semuanya tidak ada kendala,” ujar Nunuk.

Bagi keluarga Wakidi, rumah sakit bukanlah tempat yang asing. Sejak sekitar 2016. Wakidi telah beberapa kali mendapatkan pelayanan kesehatan di sejumlah fasilitas kesehatan, mulai dari RS Budi Sehat, RSUD RAA Tjokronegoro, RSUD Dr. Tjitrowardojo, hingga RSUP Dr. Sardjito.

Dalam perjalanan pengobatannya, Wakidi pernah didiagnosis mengalami efusi pleura sinistra. Setelah menjalani pemeriksaan lebih lanjut, ditemukan tumor yang menjadi penyebab kondisi tersebut. la kemudian mendapatkan berbagai penanganan dan pemeriksaan lanjutan, termasuk di RSUP Dr. Sardjito.

Rangkaian pengobatan yang harus dijalani dalam waktu panjang tentu bukan perkara ringan bagi keluarga. Berbagai pemeriksaan, konsultasi, tindakan medis, hingga pengobatan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Namun, sebagai peserta Penerima Bantuan luran (PBI) JKN, keluarga Wakidi merasa sangat terbantu karena biaya pelayanan kesehatan sesuai dengan ketentuan Program JKN tidak harus ditanggung sendiri.

“Semua gratis. Tidak ada kendala. Saya sangat terbantu dengan adanya BPJS,” tutur Nunuk.

Bagi Nunuk, manfaat JKN paling terasa ketika suaminya membutuhkan pelayanan kesehatan secara berkelanjutan. la mengaku tidak dapat membayangkan apabila seluruh biaya pengobatan harus ditanggung secara mandiri oleh keluarga, terlebih ketika Wakidi harus menjalani pemeriksaan dan pengobatan dalam jangka panjang.

“Saya sampai menangis, karena dari awal merasa terbantu dengan adanya BPJS. Suami saya bisa mendapatkan pengobatan sampai sembuh,” ujarnya.

Keringanan biaya tersebut membuat Nunuk dapat lebih fokus mendampingi suaminya. selama menjalani pengobatan. Kekhawatiran mengenai biaya yang harus dikeluarkan keluarga tidak lagi menjadi beban utama, sehingga perhatian dapat lebih diarahkan pada kondisi kesehatan Wakidi dan proses pemulihannya.

“Kalau tidak ada BPJS, saya tidak tahu harus bagaimana. Kemoterapi saja berapa biayanya, saya tidak tahu,” lanjutnya.

Selain manfaat dari sisi pembiayaan, Nunuk juga mengapresiasi pelayanan dan komunikasi yang diberikan oleh tenaga kesehatan. Selama mendampingi suaminya, ia merasa terbantu dengan penjelasan dokter yang disampaikan secara rinci mengenai kondisi kesehatan Wakidi.

“Waktu itu dokter menjelaskan dengan sangat detail. Sampai sekarang saya masih ingat istilah-istilah penyakit suami saya. Dokternya menjelaskan dengan baik. Jadi saya paham dan tidak perlu khawatir,” ungkapnya.

Bagi Nunuk, pengalaman tersebut membuatnya semakin memahami bahwa pelayanan JKN tidak hanya memberikan akses terhadap pelayanan kesehatan, tetapi juga membantu keluarga menghadapi proses pengobatan dengan lebih tenang. Terlebih. ketika penyakit membutuhkan pemeriksaan dan penanganan dalam waktu panjang, kepastian jaminan kesehatan menjadi sangat berarti.

Selama bertahun-tahun mendampingi suaminya berobat, Nunuk merasakan sendiri bagaimana JKN meringankan beban keluarganya, la bersyukur Wakidi dapat memperoleh pelayanan kesehatan di berbagai fasilitas kesehatan sesuai kebutuhan medis tanpa harus memikirkan biaya pengobatan secara mandiri.

By times7

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *