KEBUMEN, Times7.id — Di tengah kesibukan menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL), Socha Oktavia Andini berhasil lolos seleksi U-19 Kejuaraan Antar Klub Junior Provinsi (Kejurprov) Jawa Tengah Tahun 2026.

Siswi kelas XI PM 3 SMK Negeri 1 Karanganyar itu menjadi salah satu pemain yang akan berlaga pada ajang tingkat provinsi tersebut setelah melalui proses seleksi yang cukup ketat.

Socha mengaku bersyukur atas hasil yang diraihnya. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kerja keras dan disiplin yang selama ini dijalani.

“Saya sangat bangga, lega, dan bersyukur bisa lolos seleksi U-19 Kejurprov Jawa Tengah 2026. Hasil ini menjadi bukti dari kerja keras, disiplin latihan, dan usaha yang selama ini saya lakukan,” ujar Socha kepada Times7.id, Senin (8/6/2026).

Siswi kelahiran Kebumen, 15 Oktober 2008 itu merupakan putri pasangan Saryono dan Roro Suratni. Ia tinggal di Desa Giripurno, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Kebumen.

Bagi Socha, olahraga bukan sekedar hobi. Kegemarannya berlatih dan berkompetisi telah membawanya mengikuti berbagai ajang pertandingan.

Di balik aktivitasnya sebagai pelajar, ia menyimpan cita-cita besar untuk menjadi atlet internasional.

Tak hanya itu, Socha juga bercita-cita menjadi pengusaha sepatu olahraga. Ia ingin meraih kesuksesan sekaligus membanggakan kedua orang tuanya.

Menurutnya, prestasi yang diraih saat ini merupakan bagian dari langkah menuju impian tersebut.

Untuk meningkatkan kemampuannya, Socha rutin menjalani latihan dan berusaha menjaga kedisiplinan dalam setiap program yang diberikan pelatih.

“Saya selalu berlatih passing, kontrol bola, dribbling, dan komunikasi antar tim agar kemampuan saya terus berkembang,” katanya.

Dalam proses seleksi, Socha menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya adalah persaingan yang ketat dengan peserta lain yang mengikuti seleksi Kejurprov Jawa Tengah 2026.

Selain itu, ia juga harus menjaga kondisi fisik dan tampil konsisten di hadapan tim pemandu bakat.

“Tantangan terbesar saya adalah persaingan yang sangat ketat, menjaga kondisi fisik, serta mengatur waktu antara latihan dan kegiatan PKL yang saat itu masih berjalan,” ungkapnya.

Berbagai tantangan tersebut dapat dilalui berkat dukungan dari keluarga, pelatih, dan sekolah.

Socha mengatakan kedua orang tuanya selalu memberikan doa, motivasi, serta pendampingan selama proses seleksi berlangsung.

Dukungan juga datang dari pelatih yang terus memberikan arahan dan membantu kebutuhan administrasi selama mengikuti seleksi.

“Pelatih sangat mendukung. Bahkan membantu dalam pengurusan surat izin ke tempat PKL sehingga saya bisa mengikuti kegiatan seleksi dengan baik,” tuturnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan yang diberikan SMK Negeri 1 Karanganyar terhadap pengembangan potensi siswa.

Menurutnya, sekolah menyediakan sarana yang memadai, memberikan dispensasi akademik saat mengikuti kejuaraan, serta mengapresiasi setiap pencapaian siswa.

Setelah lolos seleksi U-19 Kejurprov Jawa Tengah 2026, Socha menargetkan prestasi yang lebih tinggi.

Ia berharap dapat terus meningkatkan kemampuan dan memperoleh kesempatan tampil pada ajang tingkat nasional.

“Target saya berikutnya bisa mengikuti kejuaraan nasional, PON, Proliga, dan kompetisi lainnya. Saya ingin terus berkembang dan mengharumkan nama daerah serta Indonesia melalui olahraga,” tegasnya.

Keberhasilan lolos seleksi Kejurprov menjadi langkah penting bagi Socha untuk mewujudkan cita-citanya di dunia olahraga.

Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi bekal untuk meraih prestasi yang lebih tinggi pada masa mendatang. (*)

By times7

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *