KEBUMEN, Times7.id, – Sebanyak 500 warga Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, dari berbagai elemen masyarakat siap merapatkan barisan dukungan penuh terhadap program-program prioritas nasional Presiden RI Prabowo Subianto.
Mereka menyatakan dukungan penuh kepada program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto karena menilai program-program pemerintah berdampak positif bagi ekonomi rakyat.
Ratusan massa ini berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari petani, pedagang, tukang becak, buruh bangunan, buruh peternakan lele, sopir, hingga relawan Prabowo Subianto. Kehadiran mereka sebagai respon atas gelombang aksi penolakan MBG yang digelar mahasiswa di dekat kawasan Bundaran HI, Jakarta pada 18 Agustus 2026 lalu.
Ketua DPD Tani Merdeka Kabupaten Kebumen, Parjono menyatakan siap mengawal dan mendukung penuh terhadap berbagai program strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan, perbaikan distribusi pupuk bersubsidi, serta program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat.
“Kami warga Kebumen dari elemen petani, pedagang, sopir, buruh dan para relawan sangat mendukung terhadap program strategis pemerintah Presiden Prabowo Subianto seperti MBG karena sangat dibutuhkan anak-anak. Langkah baiknya dibutuhkan evaluasi tata kelola termasuk melakukan evaluasi terhadap seluruh SPPG,” ungkap Parjono, Sabtu (22/8/2026).
“Jadi bukan Program MBG nya yang harus dihentikan, namun pengawasan SPPG harus lebih ditingkatkan karena Program MBG sangat dibutuhkan anak-anak kami,” saut Rahmatun.
Upaya mendukung keberlangsungan program-program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto tidak semata digelar melalui aksi spontan oleh masyarakat di Kabupaten Kebumem. Sebanyak 500 warga Kebumen juga siap bertolak ke Jakarta untuk memberikan dukungan penuh kepada program-program prioritas presiden.
“Kami DPD Tani Merdeka Kebumen bersama Aliansi Kebumen Bersatu, petani, pedagang, nelayan dan para Relawan Prabowo siap berangkat ke Jakarta untuk menggelar aksi damai, jaga Jakarta, jaga Indonesia. Menjaga persatuan bangsa dan menolak aksi yang berpotensi memicu provokasi. Kami siapkan 500 orang saat pemberangkatan nanti,” pungkasnya.(*)