KEBUMEN, Times7.id,- Memiliki jaminan kesehatan yang aktif menjadi salah satu bentuk ikhtiar untuk menghadapi berbagai risiko kesehatan yang tidak dapat diprediksi. Hal inilah yang dirasakan oleh Gustiah Rahayu (27), warga Jatinegara RT 05 RW 01, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen. Menurutnya, kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang selalu aktif memberikan rasa aman, terlebih saat ini dirinya sedang mengandung anak kedua dengan usia kehamilan 22 minggu.

Gustiah menceritakan bahwa sebelumnya ia merupakan peserta Penerima Bantuan luran (PBI). Namun, setelah status kepesertaannya tidak lagi aktif sebagai PBI, ia bersama keluarga memutuskan untuk melanjutkan kepesertaan JKN secara mandiri. Keputusan tersebut diambil karena ia menyadari bahwa kebutuhan akan layanan kesehatan dapat datang kapan saja tanpa bisa diperkirakan.

“Menurut saya, JKN itu penting sekali untuk selalu aktif. Kita tidak pernah tahu kapan akan sakit atau mengalami keadaan darurat. Apalagi sekarang saya sedang hamil anak kedua, jadi rasanya lebih tenang karena tahu sudah memiliki perlindungan kesehatan jika sewaktu-waktu membutuhkan pelayanan,” ujar Gustiah.

Baginya, manfaat JKN tidak hanya sebatas kemudahan memperoleh pelayanan kesehatan, tetapi juga memberikan perlindungan finansial bagi keluarga. la memahami bahwa biaya pengobatan dan perawatan kesehatan dapat menjadi beban yang cukup besar apabila harus ditanggung sendiri.

“Biaya berobat sekarang tidak murah. Dengan JKN, kami merasa lebih siap apabila ada kondisi yang membutuhkan pemeriksaan atau perawatan. Jadi tidak terlalu khawatir memikirkan biaya karena sudah ada jaminan kesehatan,” tambahnya.

Pengalaman positif menggunakan Program JKN pernah dirasakan Gustiah pada akhir tahun 2023 ketika dirinya harus menjalani pengobatan akibat penyakit demam tifoid (tipes). Saat itu, seluruh proses pelayanan yang diterimanya berjalan dengan baik mulai dari pemeriksaan hingga penanganan di fasilitas kesehatan.

“Waktu saya sakit tipes di akhir tahun 2023, saya menggunakan JKN. Pelayanannya menurut saya bagus, petugasnya ramah dan prosesnya juga lancar. Saya bisa fokus untuk sembuh tanpa memikirkan biaya pengobatan,” kenangnya.

Sementara itu, sang suami, Tuto Ibrahim (32), mengaku hingga saat ini belum pernah memanfaatkan layanan kesehatan menggunakan JKN karena kondisi kesehatannya masih baik. Meski demikian, ia tetap memastikan kepesertaan keluarganya aktif sebagai bentuk antisipasi terhadap risiko kesehatan yang bisa terjadi kapan saja.

Selain itu, Tuto juga telah memanfaatkan Aplikasi Mobile JKN untuk mengakses berbagai layanan administrasi. Menurutnya, aplikasi tersebut sangat membantu karena mudah dipahami dan digunakan oleh masyarakat.

“Saya pernah menggunakan Mobile JKN. Menurut saya aplikasinya mudah dipakai, tampilannya sederhana sehingga mudah dipahami. Selama digunakan juga prosesnya cepat dan tidak mengalami kendala atau error. Jadi cukup praktis kalau membutuhkan layanan administrasi tanpa harus datang ke kantor BPJS Kesehatan,” ungkap Tuto.

Di tengah kehamilan anak keduanya, Gustiah berharap dirinya bersama keluarga senantiasa diberikan kesehatan sehingga dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan baik. Namun demikian, ia tetap merasa lebih tenang karena telah memiliki perlindungan melalui Program JKN apabila sewaktu-waktu membutuhkan pelayanan kesehatan.

“Kami tentu berharap selalu sehat. Semoga kehamilan ini berjalan lancar sampai persalinan nanti dan keluarga kami selalu diberikan kesehatan. Tetapi kalau suatu saat membutuhkan pelayanan kesehatan, kami sudah merasa lebih tenang karena JKN kami aktif,” tuturnya.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kebumen, Dina Diana Permata, mengatakan bahwa kepesertaan JKN yang aktif merupakan bentuk perlindungan bagi masyarakat terhadap risiko kesehatan yang dapat terjadi kapan saja. Menurutnya, menjaga status kepesertaan tetap aktif merupakan langkah penting agar peserta dapat langsung memperoleh akses pelayanan kesehatan sesuai ketentuan ketika dibutuhkan.

“Program JKN hadir untuk memberikan perlindungan kesehatan sekaligus mengurangi beban finansial masyarakat akibat biaya pelayanan kesehatan yang terus meningkat. Kami mengimbau seluruh peserta agar rutin memastikan status kepesertaannya tetap

aktif dengan membayar iuran tepat waktu atau melakukan pengecekan secara berkala melalui Aplikasi Mobile JKN. Dengan kepesertaan yang aktif, masyarakat akan merasa lebih tenang karena terlindungi ketika menghadapi kondisi kesehatan yang tidak terduga,” ujar Dina.

Dina juga mengapresiasi semakin banyak peserta yang telah memanfaatkan layanan digital melalui Aplikasi Mobile JKN. Menurutnya, berbagai fitur yang tersedia dirancang untuk memudahkan peserta mengakses layanan administrasi maupun informasi kepesertaan tanpa harus datang langsung ke kantor BPJS Kesehatan.

“Transformasi digital yang kami lakukan bertujuan menghadirkan pelayanan yang semakin mudah, cepat, dan setara bagi seluruh peserta. Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan Mobile JKN secara optimal untuk berbagai kebutuhan layanan, sehingga pengalaman mengakses Program JKN menjadi semakin praktis dan nyaman,” tutup Dina.

By times7

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *