Sosialisasi perlindungan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Kebumen.

KEBUMEN, Times7.id,- Upaya memperluas perlindungan jaminan kesehatan bagi masyarakat terus dilakukan oleh BPJS Kesehatan Cabang Kebumen. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi perlindungan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Kebumen. Kegiatan ini digelar sebagai bentuk komitmen memastikan para relawan yang terlibat dalam pelaksanaan program dapat memperoleh perlindungan kesehatan yang optimal.

Kegiatan sosialisasi tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Kabupaten Kebumen selaku Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Kebumen, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kebumen, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kebumen, jajaran Satgas MBG Kabupaten Kebumen, Kepala KPPG Sleman, Koordinator Wilayah Kabupaten Kebumen, pimpinan Yayasan Mitra MBG Kabupaten Kebumen, serta Kepala SPPG se-Kabupaten Kebumen. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi wujud sinergi lintas sektor dalam mendukung perlindungan kesehatan bagi relawan SPPG.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kebumen, Dina Diana Permata, menjelaskan bahwa jaminan kesehatan merupakan kebutuhan mendasar yang bersifat wajib bagi masyarakat. Hal tersebut bertujuan agar setiap peserta memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan.

Menurutnya, terdapat sejumlah alasan mengapa masyarakat perlu terlindungi dalam jaminan kesehatan. Di antaranya biaya pelayanan kesehatan yang terus mengalami kenaikan, pergeseran

pola penyakit dari penyakit infeksi ringan menuju penyakit degeneratif kronis, hingga perkembangan teknologi kesehatan yang semakin maju dan membutuhkan pembiayaan tidak sedikit.

“Ketika seseorang jatuh sakit, sering kali datang tanpa bisa diprediksi. Saat sakit ringan mungkin masih dapat ditangani secara mandiri, tetapi jika membutuhkan pelayanan lanjutan atau penyakit berat, biaya kesehatan bisa sangat besar. Karena itu masyarakat membutuhkan penjamin agar tetap mendapatkan akses layanan kesehatan tanpa khawatir terhadap biaya,” ujar Dina (19/05).

la menambahkan, sakit tidak hanya berdampak pada kondisi kesehatan seseorang, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi ekonomi dan sosial keluarga. Kehadiran Program JKN menjadi penting agar masyarakat memiliki perlindungan ketika menghadapi risiko kesehatan yang tidak terduga.

Dina menambahkan bahwa perlindungan jaminan kesehatan bagi relawan SPPG perlu menjadi perhatian bersama. Menurutnya, mitra dan yayasan selaku pengelola SPPG memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap tenaga relawan yang terlibat telah terdaftar dalam Program JKN. Dengan adanya perlindungan jaminan kesehatan, para relawan diharapkan dapat menjalankan. tugas dengan lebih aman dan tenang karena memiliki jaminan saat membutuhkan pelayanan kesehatan.

Dina berharap agar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dapat berjalan selaras dan saling menguatkan dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Menurutnya, sinergi kedua program tersebut sejalan dengan visi pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Presiden, khususnya dalam upaya memperkuat pembangunan manusia melalui peningkatan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

“Program MBG hadir untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat, sementara Program JKN memastikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat ketika menghadapi risiko kesehatan. Kami berharap kedua program ini dapat bersinergi dengan baik sehingga tidak hanya menciptakan masyarakat yang sehat, tetapi juga mendukung terwujudnya generasi yang berkualitas, produkt A dan terlindungi,” ujar Dina.

Sementara itu, H. Zaeni Miftah, Wakil Bupati Kebumen serta selaku Ketua Satgas MBG Kabupaten Kebumen menyampaikan dukungannya terhadap perlindungan jaminan kesehatan bagi relawan SPPG. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Kebumen berkomitmen memastikan para relawan memperoleh perlindungan JKN sehingga dapat menjalankan tugas dengan rasa aman.

“Kami selaku pemerintah daerah sangat mendukung agar seluruh relawan dalam pelaksanaan program MBG yang ada dapat tercover Program JKN. Dalam beberapa minggu ke depan kami akan terus melakukan pemantauan agar seluruh relawan dapat memperoleh perlindungan tersebut,” ujarnya.

la juga menyampaikan bahwa bagi relawan yang sebelumnya telah terdaftar melalui segmen Pekerja Bukan Penerima Upah dan Bukan Pekerja Pemda (PBPU dan BP Pemda) akan dilakukan penyesuaian kepesertaan. Langkah tersebut dilakukan agar kuota PBPU dan BP Pemda yang tersedia dapat dimanfaatkan secara tepat sasaran bagi masyarakat lain yang membutuhkan.

Pemerintah Kabupaten Kebumen akan terus mendorong kolaborasi lintas sektor agar implementasi program MBG dan program JKN dapat berjalan optimal, termasuk memastikan para relawan yang terlibat dalam Program MBG memperoleh perlindungan kesehatan sehingga dapat menjalankan tugas dengan aman, nyaman, dan fokus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Melalui kegiatan ini, BPJS Kesehatan Kebumen berharap semakin banyak pihak memahami pentingnya perlindungan jaminan kesehatan. Dengan kepesertaan JKN yang aktif, para relawan maupun masyarakat dapat bekerja dan beraktivitas dengan lebih tenang karena memiliki jaminan saat membutuhkan pelayanan kesehatan.(*)

By times7

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *