KEBUMEN, Times7.id,- Kabar menggembirakan datang dari SMK Negeri 1 Karanganyar (SMK Gasmeka). Sebanyak 10 siswa kelas XII berhasil lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) dan dinyatakan diterima di berbagai perguruan tinggi negeri ternama di Indonesia. Pengumuman resmi hasil seleksi disampaikan pada hari Rabu, 28 Mei 2025 pukul 15.00 WIB di laman resmi SNBT https://pengumuman-snbt.snpmb.id/.
Para siswa SMK Gasmeka yang lolos tercatat diterima di universitas seperti Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Tidar (UNTIDAR), Universitas Negeri Semarang (UNNES), Universitas Tanjungpura Pontianak (UNTAN), hingga Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa siswa SMK pun mampu bersaing di jalur seleksi nasional.
Keberhasilan ini menjadi pencapaian penting bagi SMK Gasmeka karena membuktikan bahwa lulusan sekolah kejuruan pun mampu bersaing di kancah nasional, meskipun masih ada anggapan bahwa siswa SMK kurang mampu bersaing dalam seleksi masuk perguruan tinggi negeri.
Sepuluh siswa yang berhasil lolos di antaranya adalah Maitsaa’ Zhafarina (XII AK 2), Anida Iftakhul Jannah (XII AK 1), Reni Fadilah (XII MP 2), Sulastiningrum (XII MP 2), Naila Khoftatul Janah (XII MP 2), Sekar Arum Avriliani (XII MP 2), Naka Shihab Nurhanifah (XII AK 3), Arin Syafingtualazizah (XII AK 1), Sofita Zahra Risinindia (XII KN 2), dan Tasya Nursanti (XII MP 2).
Kepala SMK Negeri 1 Karanganyar, Budiyanto, S.Pd., M.Eng., melalui Koordinator Bimbingan Konseling, Yennisa Yuni Asih, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas perjuangan siswa-siswa tersebut.
“Ini menjadi motivasi besar, tidak hanya bagi siswa yang lolos, tetapi juga bagi seluruh warga sekolah untuk terus meningkatkan kualitas belajar dan membangun budaya akademik yang unggul,” ujarnya.
Yennisa menambahkan, proses SNBT memerlukan persiapan matang, baik administrasi maupun akademik. Tahapannya meliputi pendaftaran, pengisian biodata, pemilihan jurusan dan lokasi UTBK, serta pembayaran. Setelah itu, peserta mengikuti ujian di pusat UTBK yang dipilih dengan membawa kartu peserta, identitas (KTP, SIM, atau kartu pelajar), dan Surat Keterangan kelas XII.
Lebih lanjut, materi dalam ujian SNBT terbagi menjadi dua bagian utama. Yang pertama adalah Tes Potensi Skolastik (TPS), yang mencakup Penalaran Umum (PU), Pengetahuan dan Pemahaman Umum (PPU), Pemahaman Bacaan dan Menulis (PBM), serta Pengetahuan Kuantitatif (PK). Sementara itu, bagian kedua adalah Tes Literasi, yang terdiri dari Literasi Bahasa Indonesia (LBI), Literasi Bahasa Inggris (LBIng), dan Penalaran Matematika (PM).
Melalui pencapaian ini, Yennisa berharap dapat menjadi pemantik semangat bagi para siswa lainnya. “Kami terus mendorong peserta didik agar berani bermimpi besar dan tak gentar untuk melangkah menuju perguruan tinggi negeri. Dengan niat yang kuat dan usaha yang konsisten, siswa SMK pun mampu bersaing di tingkat nasional,” pungkas Yennisa.
Salah satu siswa yang berhasil lolos SNBT, Naka Shihab Nurhanifah dari kelas XII AK 3 (18), turut membagikan kisah perjuangannya. Ia merasa sangat bersyukur dapat diterima di Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Tidar Magelang (Untidar), jurusan yang telah menjadi impiannya sejak duduk di bangku SMP. Ketertarikannya pada dunia media massa tumbuh sejak kecil, bermula dari kebiasaannya membaca majalah anak-anak.
“Perasaan saya sangat senang, Pak. Bisa lolos SNBT berarti saya mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, sesuai dengan cita-cita saya,” ungkap Naka, yang memang memiliki hobi membaca sejak kecil, saat diwawancarai Jurnalis Gasmeka.
Namun, perjalanan menuju kampus impian itu tak selalu mulus. Kegagalan dalam seleksi SNBP sempat menjadi pukulan berat baginya, tetapi justru menjadi titik balik yang memperkuat tekadnya. Sejak saat itu, Naka mulai mempersiapkan diri dengan serius menghadapi UTBK, meskipun waktunya tergolong singkat.
Ia memilih untuk fokus mendalami materi yang mendukung jurusan pilihannya, seperti Literasi Bahasa Indonesia, Penalaran Umum, dan Pemahaman Bacaan dan Menulis. Di tengah ketatnya persaingan, Naka berusaha mengejar ketertinggalan, terutama pada materi yang umumnya lebih dikuasai oleh siswa SMA.
Tak lupa, Naka juga menyampaikan pesan khusus kepada adik-adik kelasnya yang kelak akan menghadapi seleksi serupa. “Mulailah belajar sejak dini, pilih jurusan sesuai minat, dan temukan motivasi terbesarmu. Tetap tenang saat UTBK, lalu serahkan hasilnya kepada Allah SWT. Apa pun hasilnya, itu yang terbaik,” tuturnya penuh keyakinan. (sfd)