KEBUMEN, Times7.id,-Memastikan status kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tetap aktif menjadi hal penting bagi setiap peserta, termasuk bagi mereka yang masih berusia muda. Hal tersebut dirasakan langsung oleh Noval Raihan Mubarok (23), mahasiswa asal Kecamatan Rowokele, Kabupaten Kebumen, saat harus menjalani perawatan di RS PKU Muhammadiyah Gombong.

Dalam kegiatan Customer Visit oleh Petugas BPJS Satu, Raihan menceritakan pengalamannya selama menjalani perawatan menggunakan Program JKN. la mengaku mendapatkan pelayanan yang baik dari dokter, perawat, maupun petugas rumah sakit.

“Pelayanannya bagus. Dokter, perawat, dan semua petugasnya ramah. Saya merasa nyaman dirawat di sini,” ungkap Raihan.

Di balik pengalamannya menjalani perawatan, Raihan juga memiliki cerita mengenai status kepesertaan JKN. Sebagai anak yang terdaftar sebagai anggota keluarga dari peserta Pekerja Penerima Upah (PPU), kepesertaan Raihan sebelumnya merupakan bagian dari tanggungan kepesertaan orang tuanya. Namun, setelah memasuki usia 21 tahun, status kepesertaannya sempat menjadi tidak aktif.

Beruntung, kondisi tersebut segera diperhatikan oleh sang ibu. Mengingat Raihan masih berstatus sebagai mahasiswa, keluarganya kemudian mengurus aktivasi kembali kepesertaannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pengalaman tersebut membuat Raihan semakin memahami pentingnya memastikan status kepesertaan JKN, terutama bagi anak peserta PPU yang telah memasuki usia dewasa namun masih melanjutkan pendidikan, dengan ketentuan dapat tetap menjadi tanggungan hingga usia maksimal 25 tahun.

“Waktu itu kepesertaan saya sempat tidak aktif setelah usia 21 tahun. Ibu kemudian mengurusnya karena saya masih kuliah dan masih menjadi tanggungan orang tua. Setelah aktif kembali, saya jadi lebih paham bahwa status kepesertaan JKN memang penting untuk selalu diperhatikan,” ujar Raihan.

Menurut Raihan, kepesertaan JKN bukan sekadar persoalan administrasi. Status kepesertaan yang aktif memberikan kepastian ketika sewaktu-waktu peserta membutuhkan pelayanan kesehatan, terlebih ketika kondisi kesehatan datang tanpa dapat diprediksi.

Pengalaman tersebut juga menjadi semakin berarti bagi Raihan karena perawatan kali ini merupakan pengalaman pertamanya menjalani rawat inap. Meski harus menjalani perawatan di rumah sakit, ia merasa lebih tenang karena mendapatkan perlindungan melalui Program JKN.

“Ini memang pertama kali saya dirawat di rumah sakit. Alhamdulillah pelayanannya baik, petugasnya ramah, dan saya jadi lebih tenang menjalani perawatan,” tutur Raihan.

Di tengah proses pemulihan, Raihan berharap kondisinya segera membaik sehingga dapat kembali menjalani aktivitas perkuliahan. la juga ingin segera berkumpul kembali bersama keluarga dan melanjutkan berbagai rencana yang sempat tertunda karena. kondisi kesehatannya.

Pengalaman Raihan menjadi pengingat bahwa perlindungan kesehatan perlu dipersiapkan sebelum dibutuhkan. Memastikan status kepesertaan JKN tetap aktif merupakan salah satu langkah penting agar peserta dapat memanfaatkan manfaat JKN ketika membutuhkan pelayanan kesehatan.

Bagi Raihan, pengalaman tersebut memberikan pelajaran berharga di usianya yang masih muda. la menyadari bahwa memiliki perlindungan kesehatan tidak hanya penting ketika sedang sakit, tetapi juga merupakan bentuk kesiapan menghadapi kondisi yang tidak terduga.

Kepesertaan JKN yang aktif menjadi bagian dari persiapan tersebut, sehingga ketika kebutuhan pelayanan kesehatan datang, peserta dapat lebih tenang menjalani pemeriksaan dan pengobatan tanpa harus menambah kekhawatiran mengenai kepastian jaminan kesehatannya.

By times7

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *