KEBUMEN, Times7.id,- Ribuan masyarakat Desa Pohkumbang Kecamatan Karanganyar Kebumen, tumpah ruah menyaksikan Barit Desa atau sering disebut sedekah bumi, yang digelar di pelataran kantor desa setempat. Barit desa ini merupakan wujud syukur masyarakat atas hasil bumi yang melimpah di tahun ini, yang digelar setiap bulan Muharram.

Dalam kesempatan tersebut juga digelar santunan terhadap anak yatim dan duafa. Selain itu masyarakat yang hadir disuguhkan dengan kesenian calung, dan lengger sebagai budaya yang digelar setiap tahunnya.

Tradisi tersebut diapresiasi oleh Bupati  Kebumen Lilis Nuryani melalui Kepala Dinas Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen Frans Haidar. Dalam sambutannya yang dibacakan Kadisparbud Bupati menyampaikan sangat mengapresiasi kepada pemerintah desa, panitia dan juga masyarakat yang telah melestarikan tradisi sebagai warisan budaya yang adiluhung.

Menurutnya tradisi ini merupakan ungkapan rasa syukur masyarakat atas limpahan rejeki, dari hasil bumi yang dihasilkan oleh masyarakat petani di desa setempat. Selain itu, tradisi ini menjadi sarana untuk mempererat tali silaturrahim dan guyub rukun masyarakat.

Pihaknya berpesan, agar tradisi Barit Desa yang ada di desa Pohkumbang bisa terus dijaga dan dilaksanakan setiap tahun. Khususnya untuk generasi muda, karena tradisi ini menjadi jati diri masyarakat Kabupaten Kebumen.

“Atas nama pemerintah kabupaten kebumen beliau ibu Bupati menyampaikan apresiasi kepada pemerintah desa pohkumbang kepada panitia dan kepada seluruh masyarakat yang terus melestarikan tradisi Barit desa sebagai warisan budaya yang adiluhung tradisi ini merupakan ungkapan rasa syukur pada Allah SWT atas limpahan rejeki hasil bumi keselamatan kerukunan yang senantiasa terjaga ditengah masyarakat ibu Bupati berharap kegiatan Barit desa ini tidak hanya menjadi agenda tahunan tetapi juga menjadi sarana mempererat tali silaturrahim memperkokoh semangat guyub rukun serta menumbuhkan kecintaan masyarakat khususnya generasi muda terhadap budaya dan tradisi warisan leluhur yang menjadi jati diri kita bersama,” ucapannya.

Sementara itu, panitia Barit Desa Pohkumbang Feri mengatakan taridisi ini sudah ada sejak turun temurun, dan merupakan warisan budaya yang masih terjaga hingga kini. Barit desa adalah wujud rasa syukur masyarakat atas hasil panen yang bisa mencukupi kehidupan masyarakat.

Dikatakan, Barit Desa bisa terselenggara berkat guyub rukun dan kekompakan masyarakat desa Pohkumbang, yang telah menggalang dana untuk keberhasilannya kegiatan.

“Kita rasa syukur kita diberikan sampai hari ini untuk pertanian khususnya di desa pohkumbang masih diberikan panen yang cukup untuk kebutuhan di masyarakat khususnya di bidang pertanian dan juga mungkin di perkebunan yang jelas istilah dalam orang Jawa dulu kita bersyukur sedekah bumi seperti itu cuma nama disini Barit desa namanya,kalau untuk kehadiran masyarakat kurang lebih bisa seribu karena dari sekitar 1100 rumah itu kemarin untuk swadaya masyarakat nya itu yang masuk untuk Anggaran itu 950 itu penggalangan dana swadaya masyarakat dan itu sudah menjadi rutinan di setiap tahun,” ucap feri.(*)

By times7

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *