BANJARNEGARA, Times7.id,- Upaya memperkuat pemahaman generasi muda terhadap sistem jaminan kesehatan nasional terus dilakukan oleh BPJS Kesehatan melalui kegiatan “BPJS Goes to Campus” di STIE Tamansiswa Banjarnegara. Kegiatan yang diikuti sekitar 70 mahasiswa ini berlangsung dengan penuh antusiasme, interaktif, serta menjadi ruang edukasi penting dalam meningkatkan literasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di lingkungan kampus.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kebumen, Dina Diana Permata, menekankan pentingnya literasi sistem jaminan kesehatan bagi mahasiswa sebagai bekal dalam memahami hak dan kewajiban sebagai peserta JKN. Ia menjelaskan bahwa literasi yang baik akan membentuk pemahaman yang utuh mengenai Program JKN sehingga mahasiswa bisa tumbuh menjadi peserta JKN aktif yang memahami alur layanan serta mampu memanfaatkan layanan kesehatan secara tepat sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.

Lebih lanjut, Dina menyampaikan bahwa penyelenggaraan Program JKN oleh BPJS Kesehatan terus mengedepankan transformasi mutu layanan yang mencerminkan peran negara dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi seluruh masyarakat.

“Transformasi mutu layanan dalam Program JKN yaitu mudah, cepat dan setara menjadi wujud hadirnya negara. Program JKN mengusung konsep gotong royong yang dapat dinikmati oleh

ratusan juta peserta, serta memberikan akses pelayanan kesehatan yang luas kepada masyarakat. Selain itu, Program JKN juga berperan dalam melindungi peserta dari risiko kebangkrutan finansial akibat biaya kesehatan yang tidak terduga, sekaligus memastikan kualitas layanan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan medis peserta,” kata Dina pada Senin (22/06).

Dalam kesempatan tersebut, Dina juga menegaskan bahwa transformasi mutu layanan tersebut didukung oleh berbagai inovasi untuk meningkatkan kemudahan akses layanan kesehatan bagi peserta JKN.

“BPJS Kesehatan menyediakan beragam kanal layanan yang dapat dimanfaatkan peserta, baik melalui layanan tatap muka maupun non tatap muka. Untuk layanan tatap muka, peserta dapat mengakses pelayanan di kantor BPJS Kesehatan, layanan BPJS Keliling, serta Mal Pelayanan Publik yang hadir untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Sementara itu, pada layanan non tatap muka, peserta dapat memanfaatkan berbagai kanal digital seperti PANDAWA, Aplikasi Mobile JKN, Care Center 165, serta VOILA (Virtual Office Layanan Desa) yang memungkinkan peserta memperoleh layanan administrasi dan informasi secara lebih cepat, mudah, dan tanpa batasan tempat dan waktu,” ujarnya.

Menurutnya melalui penguatan layanan digital, peserta kini dapat memanfaatkan berbagai fitur layanan tanpa harus selalu datang langsung ke kantor cabang atau fasilitas kesehatan, sehingga. proses pelayanan menjadi lebih efisien dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

Dina juga mengingatkan pentingnya masyarakat untuk memastikan kepesertaan JKN tetap aktif sebagai bentuk perlindungan kesehatan jangka panjang. la menegaskan bahwa risiko sakit dapat terjadi kapan saja tanpa mengenal waktu, sehingga kesiapan perlindungan kesehatan menjadi hal yang sangat penting.

“Daftar atau aktifkan segera kepesertaan JKN, karena sakit tidak ada hari dalam kalender dan tidak bisa diduga berapa biayanya,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua STIE Tamansiswa Banjarnegara, Lustono, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini dan menilai bahwa sosialisasi dari BPJS Kesehatan sangat penting dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memahami konsep Program JKN, tetapi juga diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang mampu menyebarkan kesadaran pentingnya jaminan kesehatan serta mendorong pemanfaatan layanan kesehatan secara bijak di lingkungan masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi kerja sama dan sinergi ini. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas. Terima kasih kepada BPJS Kesehatan yang telah hadir memberikan literasi kepada mahasiswa sehingga mereka dapat memahami mekanisme layanan kesehatan di Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya Program JKN merupakan program yang dapat dimanfaatkan kapan saja ketika masyarakat membutuhkan layanan kesehatan. la menegaskan bahwa manfaat JKN akan semakin dirasakan ketika peserta mengalami sakit dan membutuhkan akses layanan kesehatan secara langsung.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif yang berlangsung hangat dan penuh partisipasi. Para mahasiswa tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara, aktif mengajukan berbagai pertanyaan terkait Program JKN, serta berpartisipasi dalam kuis. Antusiasme tersebut mencerminkan tingginya minat mahasiswa dalam memahami Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) secara lebih mendalam, sekaligus menunjukkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya literasi jaminan kesehatan dalam kehidupan sehari-hari..

Pada akhir kegiatan, para mahasiswa juga menyampaikan apresiasi karena kegiatan ini dinilai mampu memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai Program JKN. Salah satu peserta, Nandana Maqbul Najat, yang merupakan peserta JKN segmen PBPU/BP Mandiri, menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa. la berharap ke depan layanan kesehatan di Indonesia semakin baik, mudah diakses, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.(*)

By times7

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *