Bedah Buku Berjudul Kebumen Kota Yang Kehilangan Pahlawannya Resmi Diluncurkan
KEBUMEN, Times7.id,- Siapa sangka Ayahanda Presiden RI Prabowo Subianto yang juga begawan ekonomi Indonesia, Sumitro Djojohadikusumo terlahir di Kabupaten Kebumen yang juga dikenal sebagai Kabupaten termiskin di Jawa Tengah.
Kisah hidup Sumitro tersebut dirangkum dalam sebuah buku berjudul Kebumen Kota Yang Kehilangan Pahlawannya, yang diluncurkan bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional.
Kisah hidup begawan Ekonomi Indonesia Sumitro Djojohadikusumo tersebut ditulis oleh Dandim 0709 Kebumen Letkol Czi Ardianta Purwadhana yang diluncurkan bertepatan pada Hari Pendidikan Nasional Jum’at, 2 Mei.
Dalam buku tersebut dikisahkan kehidupan Sumitro, yang melawan penjajahan bukan dengan desingan peluru, namun dengan ilmu ekonomi yang dimilikinya. Sumitro memiliki peran penting dalam merancang strategi pembangunan nasional, termasuk nasionalisasi sektor keuangan dan industrialisasi Indonesia.
Meski memiliki pengaruh yang cukup besar dalam pembangunan ekonomi di Indonesia, namun Sumitro nyaris terlupakan di tanah kelahirannya yakni di Kebumen. Buku berjudul Kebumen Kota Yang Kehilangan Pahlawannya, diharapkan menjadi pemantik semangat masyarakat Kebumen untuk bangkit dari keterpurukan, agar tidak lagi dikenal sebagai Kabupaten termiskin di Jawa Tengah.
Dandim 0709 Kebumen Letnan Kolonel Ardianta Purwandana menuturkan buku Kebumen Kota Yang Kehilangan Pahlawan nya menceritakan sosok Sumitro yang memiliki kepribadian yang humble dan rendah hati. Menurutnya Sumitro merupakan sosok yang yang menginspirasi, dan pemikirannya yang hingga kini masih relevan, untuk bangsa dan negara Indonesia.
Terlebih Sumitro terlahir di Kabupaten Kebumen, sehingga sosoknya bisa menjadi pemantik semangat masyarakat Kebumen untuk berjuang, membangkitkan perekonomian daerahnya. Ardianta yakin masyarakat Kebumen mau mengangkat Sumitro sebagai pahlawan bangsa Indonesia.
” Kami membuat tulisan tentang Kebumen Kota Yang Kehilangan Pahlawan nya, jadi maksudnya ini bukan judul yang provokatif setiap orang punya contoh yang teladan pak Sumitro ini bapaknya pak presiden, besannya pak presiden ekonom pertama di Indonesia guru dari semua ekonom di Indonesia, karena beliau saking humble nya saking rendah hatinya dimakamkan di pemakaman umum di karet bivak tidak dimakamkan di pemakaman keluarga tidak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, tapi pahlawan bukan harus melawan desingan peluru pemikiran pemikiran yang berlian pengorbanan baik harta baik yang lain lain waktu pikiran itu adalah bentuk kepahlawanan, dan saya yakin Kebumen akan mengangkat bapak Sumitro sebagai pahlawan karena bapak Sumitro lahir di Kebumen,” ujarnya.
Sementara itu Rektor UMNU Kebumen Imam Satibi mengapresiasi terbitnya buku Berjudul Kebumen Kota Yang Kehilangan Pahlawannya. Menurutnya perjuangan Sumitro tidak selesai ketika ia sudah tiada, namun pemikirannya masih menjadi rujukan hingga saat ini.
Pihaknya sebagai perwakilan akademisi mengusulkan Sumitro Djojohadikusumo sebagai pahlawan Nasional Indonesia.
“Kita berharap pemikiran beliau tidak selesai ketika beliau sudah tidak ada menurut saya banyak hal yang masih aktual masih relevan untuk kita pelajari dan kita rujuk pemikirannya terutama dalam bidang ekonomi, bahwa jasa beliau pemikiran besar beliau kemudian juga perjuangan beliau dan teladan beliau harus kita apresiasi maka wajar kalau kemudian saya mewakili teman-teman Komunitas akademik mengusulkan beliau untuk diusulkan menjadi pahlawan nasional Indonesia,” Jelasnya.
Wakil Bupati Kebumen Zaeni Miftah dalam sambutannya menyampaikan terbitnya buku tersebut bisa mengobarkan semangat Kabupaten Kebumen untuk bangkit dari keterpurukan, yang hingga kini belum terpelepas dari predikat Kabupaten Termiskin di Jawa Tengah.
” Semoga dengan terbitnya buku ini bisa menjadi pemantik semangat untuk Kebumen bangkit, dan tidak dikenal sebagai Kabupaten termiskin di Jawa Tengah,” pungkasnya.(*)